Cerpen

Belantara Ditengah Kota

Hujan¬†telah reda. Jas hujan yang dikenakan Fikrar sudah mulai mengering. Fikrar turun dari motornya lalu melepas helmnya disusul jas hujannya lalu menghirup nafas panjang, berharap udara selepas hujan ini bisa meredakan gejolak dalam dadanya. Beban ekonomi keluarga yang ditanggungnya membuat beberapa tahun terakhir ini ia rasakan begitu berat, di tambah peliknya kuliah yang membuat ia harus membagi fokusnya . Kisah cinta yang tak kunjung menemui titik terang pun membuatnya gila dalam rasa sayang. Sangat ia sesalkan ketika harus mencintai sahabat sendiri. Kejujuran yang hingga bertahun – tahun tak di nyatakan tanpa disadari menambah beban dalam kehidupannya. Lelah pikiran, lebih –

Lanjutkan membaca