Langganan Artikel

Tunggu sebentar...
Ingin diberi tahu saat artikel kami diterbitkan? Masukkan alamat email kamu di bawah ini untuk menjadi yang pertama tahu. GRATIS!

Pengunjung

  • 0
  • 295
  • 518
  • 22,725
  • 303,259
Artikel

CB150R Streetfire – Review Honda Punya

Halo sobat motorcycle lovers dimanapun kalian berada, kali ini saya mau review tentang salah satu motor sport naked 150 cc yang cukup populer di Indonesia, yaitu Honda CB150R Streetfire. Sebetulnya CB150R tidak hanya Streetfire saja, tapi ada juga CB150 Verza yang merupakan penerus dari Honda Verza. Sekedar info saja, Honda CB150R Streetfire ini sudah memiliki 2 generasi dan yang akan kita bahas kali ini adalah versi facelift, yang diluncurkan pada pertengahan 2015. Dan kebetulan saya juga pengguna motor naked satu ini, jadi sambil nge review motor ini saya juga bisa menceritakan pengalaman yang saya punya selama memiliki motor ini.  Tanpa perlu basa-basi, mari kita ulas motor ini.

Background

Komparasi CB150R Streetfire old (kiri) dan new atau facelift (kanan)

Honda CB150R Streetfire ini merupakan motor sport naked keluaran Astra Honda Motor (AHM) yang dirilis pada tahun 2012 dan merupakan salah satu anggota keluarga motor CB yang cukup terkenal sebagai commuting motorcycle dari Honda. CB150 Streetfire ini merupakan pesaing langsung dari Yamaha Vixion yang sudah menjadi pemain lama motor naked 150 cc sejak tahun 2007. Motor ini dibekali dengan mesin 149.16 cc bersilinder tunggal yang sama seperti yang dipasang pada CBR150R model facelift 2016, dan secara tidak langsung saya ingin menggambarkan CB150R Streetfire sebagai “female version” dari CBR150R. Hampir semua komponen yang menempel pada kedua motor sama, hanya beda penampilan dan pastinya performa dari kedua motor tersebut berbeda. 

In Depth Analysis

Perlu kalian ketahui bahwa CB150R Streetfire ini memiliki 2 versi, versi standard dan versi special edition. Untuk versi special edition dilengkapi dengan windshield di atas lampu utama dan undercowl pada bagian bawah mesin, sementara pada versi standard 2 bagian ini tidak ada. Hal pertama yang dapat terlihat secara langsung adalah bentuk lampu utama CB150R Streetfire yang mengingatkan kita pada Honda CB650F, meruncing ke bawah seperti perisai. Tidak hanya lampu saja yang mirip CB650F, tapi pelek ban juga mirip. Hal ini menambah kesan motor yang berjiwa streetfighter, ditambah lagi seluruh lampu sudah full LED. Selain itu, desain shroud pada rangka dan bagian buntut motor yang tajam menambah kesan agresif dari motor ini.

CB150r Streetfire standard (kiri) dan special edition (kanan)

Stang

Untuk posisi stang sendiri sudah mengalami perombakan stang, dimana stang lebih lebar 20 mm, jarak jangkauan tangan ke stang lebih pendek 20 mm, dan tinggi stang merangkak 7 mm. Dengan posisi stang seperti ini, posisi rider saat berkendara akan tegak dan handling akan terasa nyaman. Lanjut ke bagian panel speedometer. Mengadopsi panel meter yang full digital, motor ini terasa begitu modern. Sekilas mirip dengan panel speedometer milik CBR150R keluaran 2016 keatas, sama-sama dilengkapi RPM meter digital, trip meter, penunjuk jam, serta indikator bahan bakar (6 batang). Namun sayangnya, penunjuk gear position tidak ada di CB150R Streetfire. Padahal fitur ini sangatlah penting.

Rangka

Dari segi konstruksi, rangka CB150R Streetfire menggunakan model teralis atau diamond truss frame. Konon katanya, beberapa pengguna CB150R Streetfire mengeluhkan rangka yang tiba-tiba berkarat atau patah. Namun untuk sejauh ini, saya belum menemukan hal seperti ini. Untuk kaki-kaki, suspensI depan menggunakan tipe teleskopik yang sama seperti CBR150R. FYI, CB150R Streetfire juga memiliki “saudara” di Thailand yang bernama CB150R Exmotion, namun untuk suspensi depan sudah menggunakan tipe USD dan penampilannya seperti versi mini dari CB650R. Untuk kapasitas bahan bakar sendiri adalah 12 L, dengan konsumsi per liter adalah kurang lebih 40 km per liter. Namun itu semua tergantung dari cara berkendara tiap rider. Sekedar sharing aja, beberapa waktu lalu saya mengendarai motor ini dari Madiun menuju Jogja dan sebelumnya saya isi tangki bensin full. Ketika saya tiba di Jogja, indikator bahan bakar menyisakan 4 batang saja.

CB150R Streetfire (kiri) vs CB150R Exmotion (kanan), lebih keren mana ni?

Mesin

Beranjak ke bagian mesin. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, motor ini memiliki mesin berkapasitas 149.16 c bersilinder tunggal. Mesin yang berpendingin cairan ini juga memiliki transmisi manual 6 percepatan. Soal tenaga, mesin ini mampu mengeluarkan sekitar 17 hp (klaim pabrikan), sehingga cocok digunakan untuk perjalanan dalam kota atau luar kota. Sayangnya, ada sesuatu yang menurut saya cukup mengganjal. Yaitu suara “klotok-klotok” yang dihasilkan dari mesin. Tidak hanya CB150R, hampir semua motor 150 cc keluaran Honda mengalami masalah ini yang kabarnya memang cacat produksi. Setelah diusut, hal ini disebabkan oleh tensioner yang bermasalah. Tensioner ini berfungsi agar rantai mesin dapat bekerja dengan baik, kalau tensioner bermasalah maka besar kemungkinan mesin bisa rusak. Beberapa pengguna mengakalinya dengan mengganti tensioner dengan tensioner milik Honda Karisma, dari pihak AHM sendiri juga menjual spare part tensioner namun terkadang harus inden terlebih dahulu di bengkel resmi.

Performance

Dari segi akselerasi, CB150R Streetfire ini terbilang oke berkat mesin yang memiliki bore x stroke 57,3 mm x 57,8 mm. Untuk rider yang nyantai, akselerasi awal dari motor ini lembut. Begitu akselerasi berada diatas 5000 rpm atau putaran atas, tenaga mulai terasa nendang banget. Tidak heran jika motor ini cocok digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Tapi ada hal yang membuat saya merasa agak heran, terutama Ketika saat memacu motor di gigi 6. Saya pernah mencoba memacu motor ini sampai mentok gigi 6 di ring road utara Jogja, mau dipacu sampe mentok limiter susah amat sampai harus berhenti di lampu merah pertigaan Jl. Solo. Soal top speed, saat itu bisa dipacu CB150R sampai 125 km/jam. Entah apakah bisa lebih dari itu atau tidak tapi tergantung dari Panjang jalan.

Overall

Secara keseluruhan, CB150R Streetfire ini merupakan motor sport naked yang cukup bagus untuk penggunaan harian. Tapi mau sebagus apapun motor ini, tentu saja ada beberapa kekurangan yang mungkin untuk Sebagian orang cukup mengganggu. Pengalaman pribadi saya yang menggunakan motor ini sejak Maret 2019 pun beragam, bahkan pernah saya bawa waktu KKN di Samigaluh, Kulon Progo, pada pertengahan tahun 2019. Medannya bisa dikatakan tidak begitu bagus, terutama pada saat sudah masuk daerah pemukiman yang jalannya tidak begitu mulus. Motor ini sanggup melalui medan tersebut. Selain itu, motor ini memang cocok untuk perjalanan jauh karena mesinnya yang cukup bertenaga. Soal konsumsi BBM tergantung dari para rider itu sendiri.

AHM sendiri menjual CB150R dengan pilihan 5 warna berbeda: Macho Black, Razor White, Raptor Mat Black, Fury Mat Red, dan Honda Racing Red. 4 warna terakhir yang disebutkan tadi merupakan varian special edition. Untuk harga baru, CB150R dibanderol dengan harga Rp. 28.613.000 untuk varian standar dan Rp. 29.713.000 untuk varian special edition (berdasarkan Honda Cengkareng). Sementara untuk yang mencari bekasnya, harga motor ini berada di kisaran Rp. 14.000.000 hingga Rp. 25.000.000, tergantung dari kondisi motor.

Jadi cukup sekian review CB150R Streetfire ini. Kalau ada yang ingin menambahkan atau berbagi pengalaman mengendarai motor satu ini silahkan, saya juga menerima masukan jika ada hal-hal yang keliru tentang motor ini. Untuk detail lebih lengkap bisa kunjungi website resmi Honda disini. Jangan lupa juga untuk mampir ke artikel populer minggu ini yang membahas tentang skill yang harus kamu miliki di tahun 2021. Sekian dan terima kasih.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *